Minggu, 06 Oktober 2013

Jenis Mesin V,SEGARIS,W,FLAT




-Mesin V
adalah konfigurasi mesin umum untuk sebuah mesin pembakaran dalam. Piston yang susunannya diatur sedemikian rupa hingga membentuk huruf V membuat mesin ini disebut mesin V. Konfigurasi V dapat mereduksi panjang dan berat keseluruhan mesin jika dibandingkan dengan mesin yang tersusun dengan konfigurasi lurus.
Variasi sudut dari konfigurasi V ini digunakan di berbagai mesin yang berbeda; tergantung pada jumlah silindernya, dari hal ini juga dimungkinkan adanya perbedaan besar sudut yang terasa lebih baik kinerjanya daripada besar sudut lain dalam hal stabilitas. Sudut-sudut yang sangat kecil dari konfigurasi V dapat memadukan beberapa keuntungan dari mesin V dan mesin lurus (terutama dalam hal kepadatannya) serta beberapa kelemahannya; konsep penggabungan ini dipelopori oleh Lancia, kemudian diperbarui oleh Volkswagen.
Beberapa konfigurasi V mempunyai keseimbangan mesin yang baik, meskipun pada beberapa jenis mesin segaris mampu menciptakan kehalusan yang lebih baik.
Tipe-tipe tertentu dari mesin V dibuat dengan mesin terbalik,hal ini banyak digunakan untuk pesawat terbang. Keuntungannya adalah tampilan yang lebih baik bagi pesawat-pesawat bermesin tunggal. Contohnya adalah mesin Jerman dalam Perang Dunia II yang diproduksi oleh Daimler-Benz dan Jumo.
Sudah lazim bagi mesin V untuk disebut dengan notasi V#, dimana # merupakan jumlah dari silinder yang dipunyai mesin tersebut.

-Mesin segaris


Skema sebuah mesin 4 silinder-segaris
Dalam konfigurasi sebuah mesin, mesin segaris adalah sebuah mesin pembakaran dalam yang semua silindernya terletak segaris. Mesin seperti ini sudah banyak digunakan di dunia otomotif, penerbangan, dan lokomotif.
Mesin segaris lebih mudah dibuat dari mesin jenis lainnya, seperti mesin flat atau mesin V karena hanya membutuhkan satu cabang silinder dan crankshaft. Mesin ini juga membutuhkan cylinder head dan camshaft yang lebih sedikit.
Untuk mesin segaris, jenis mesin 4 silinder segarislah yang paling banyak digunakan oleh para pabrikan otomotif. Selain itu, mesin 6 segaris juga sering digunakan sebelum tergantikan oleh V6. Beberapa pabrikan otomotif, seperti Acura, Audi, Mercedes-Benz, Toyota, Volkswagen dan Volvo biasanya juga mempunyai konfigurasi mesin 5 segaris di jajaran mesin mereka.
Dulunya, mesin 8 silinder segaris merupakan konfigurasi mesin "mewah", dan biaya pembuatannya lebih murah bila dibandingkan dengan model mesin V dengan jumlah silinder sama. Kadang-kadang, tenaga yang dihasilkan malah lebih besar dari mesin V8 manapun. Pada tahun 1930, Duesenberg membuat mesin dengan blok silinder terbuat dari aluminium dan kepala berbentuk setengah lingkaran untuk memproduksi mesin bertenaga paling besar saat itu. Diikuti dengan Pontiac yang memperkenalkan mesin 8 segaris mereka pada tahun 1933. Meskipun begitu, setelah berakhirnya Perang Dunia II, mesin 8 segaris banyak digantikan dengan mesin V8 yang lebih ringan dan lebih kompak.
Ada 2 faktor utama yang menyebabkan hilangnya mesin 6 silinder segaris dalam aplikasi otomotif. Yang pertama adalah balance shaft lanchester, sebuah ide lama yang kembali dikenalkan oleh Mitsubishi di tahun 1980-an. Mereka menggunakan balance shaft untuk mengatasi masalah "ketidakseimbangan alami" dari mesin 4 segaris dan mesin V6. Maka, setelah menggunakan balance shaft ini, mesin pun menjadi lebih halus. Hal ini membuat mesin 6 segaris yang tadinya halus menjadi tidak berguna, karena mesin 6 segaris membutuhkan ruang yang besar. Teknik ini kemudian diikuti oleh seluruh pabrikan otomotif lain. Yang kedua adalah konsumsi bahan bakar semakin menjadi pertimbangan. Mobil-mobil menjadi lebih kecil dan lebih efisien. Ruangan mesin untuk mobil-mobil kecil atau medium biasanya didesain dengan mesin 4 segaris, dan tidak cukup untuk mesin 6 segaris, tapi ruangan itu masih cukup dengan mesin V6 dengan sedikit modifikasi.
Beberapa pabrikan mobil (seperti dulunya Lancia dan belakangan Volkswagen dengan Mesin VR6 mereka) telah mencoba untuk mengkombinasikan keuntungan yang didapat dari mesin segaris dan mesin V dengan memproduksi mesin V dengan sudut sangat lancip. Mesin ini lebih kompak dari konfigurasi lainnya, tapi tingkat kehalusannya lebih rendah dibandingkan dengan konfigurasi mesin lainnya.
Mesin 6 segaris pernah digunakan oleh pabrikan BMW, Ford Australia, Chevrolet, GMC, Toyota, Suzuki dan Volvo Cars.

-Mesin W adalah sebuah konfigurasi mesin dari mesin pembakaran dalam. Cabang silindernya membentuk huruf W, sama seperti Mesin V yang cabang silindernya membentuk huruf V. Sampai saat ini, ada 3 macam implementasi berbeda dari mesin W: 3 cabang silinder, 4 cabang silinder, dan satunya lagi 2 cabang silinder dengan 2 crankshaft.
Desain asli "tiga cabang silinder"

Napier Lion VII
Desain asli dari mesin berkonfigurasi W adalah menggunakan tiga cabang silinder yang semuanya terhubung ke satu crankshaft.
Salah satu mesin berkonfigurasi W yang pertama dibuat adalah mesin W3 (3 silinder) yang dibuat oleh Anzani tahun 1906, yang digunakan di sepeda motor. Mesin W3 ini juga yang dipasang di pesawat Blériot XI, pesawat yang dikendarai oleh Louis Blériot pada tanggal 25 Juli 1909, ketika ia melakukan penerbangan perdana melintasi Selat Inggris. Tak lama kemudian, konfigurasi W3 diperbesar sudutnya menjadi 120°, sehingga muncullah konfigurasi mesin radial 3 silinder yang menggantikan W3.
Mesin pesawat Napier Lion tahun 1917 menggunakan Mesin W12.
Mesin W12 juga pernah dicoba oleh Audi, tapi akhirnya proyek ini diabaikan. Grup Volkswagen juga membuat eksperimen dengan Mesin W18 untuk mobil konsep Bugatti EB 118 dan Bugatti EB 218, tapi desainnya tidak pernah bisa terealisasi.
Desain modern "empat cabang silinder"

Mesin W16 dari Bugatti Veyron
Grup Volkswagen Group menciptakan mesin W pertama yang sukses di otomotif, dengan pertama kali meluncurkan mesin W8 (sebagai uji coba untuk).Mesin W12 menggabungkan 2 mesin VR6 yang bersudut lancip, dengan memakai satu crankshaft untuk total 4 cabang silinder. Maka mesin ini pun terkadang disebut dengan "VV" ("vee-vee" atau "dobel-vee"), untuk membedakannya dengan desain asli mesin W yang memakai 3 cabang silinder.
Mesin W8 pernah digunakan di Volkswagen Passat dan mesin W12 digunakan di Volkswagen Phaeton, Volkswagen Touareg, Audi A8, dan Bentley Continental GT — nantinya, mesin ini akan dimodifikasi lagi oleh Bentley, dan ditambahi twin turbocharger. Hasilnya adalah tenaga yang lebih besar daripada mesin aslinya.
Grup Volkswagen memproduksi prototipe mesin W16 yang dapat menyemburkan tenaga 465 kilowatt (632 PS; 624 bhp) untuk mobil konsep Bentley Hunaudières. Versi quad-turbocharger (4 turbocharger) dari mesin ini akhirnya meenjadi mesin dari Bugatti Veyron EB16.4, yang dapat menghasilkan tenaga 736 kilowatt (1,001 PS; 987 bhp).
Keuntungan dari mesin berkonfigurasi ini adalah ringkas, meskipun jumlah silindernya banyak, tapi dimensinya cukup kompak.

-Mesin flat


Cara kerja mesin flat/Boxer

Mesin flat pertama dipatenkan oleh ahli teknik Jerman Karl Benz.
Mesin flat (juga dikenal dengan mesin boxer) adalah sebuah konfigurasi mesin pembakaran dalam yang pistonnya bergerak secara horizontal. Crankshaftnya ada satu dan silindernya diletakkan di sisi kiri dan kanan, membentuk sudut 180 derajat. Konsep mesin ini sendiri ditemukan oleh ahli teknik Jerman Karl Benz tahun 1896, 8 tahun setelah ia menemukan mobil pertamanya yang sukses.